Menurut beberapa peneliti menghirup bahan menguap untuk mengubah keadaan sadar seseorang telah digunakan para pendeta wanita di Oracle of Delphi1 di Yunani kuno.
Di awal tahun 1800-an, nitrous oksida, eter dan kloroform merupakan zat anestetis yang biasa digunakan sebagai minuman keras.
Oxida nitrus dianggap sebagai pengganti alkohol yang murah dan dipopulerkan oleh ilmuwan Inggris Sir Humphry Davy. Dia mengadakan pesta nitrous oksida dan menciptakan kata “gas ketawa” di tahun 1799. Memperhatikan efek anestetisnya, Davy menawarkan gas tersebut untuk digunakan pada kegiatan operasi, namun hal ini baru dicoba setengah abad kemudian.
Penggunaan anestetis untuk tujuan rekreasi terus berlangsung selama abad ke-19 di Eropa dan di AS.
Eter digunakan sebagai narkoba untuk rekreasi selama era Prohibition (undang-undang larangan pembuatan dan penjualan minuman keras) dalam tahun 1920-an, ketika alkohol menjadi bahan ilegal di AS.
Dalam tahun 1940-an, pengunaan bahan-bahan pelarut, khususnya bensin untuk tujuan rekreasi menjadi populer.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












