Beranda Ekonomi Bisnis Warga Perbatasan RI-RDTL Apresiasi Peluncuran Buku The Ma’ruf Amin Way  

Warga Perbatasan RI-RDTL Apresiasi Peluncuran Buku The Ma’ruf Amin Way  

17
0

Belu, Flobamora-news.com – Beberapa warga Kota Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL turut mengapresiasi peluncuran buku terkait ekonomi kerakyatan yang berjudul “The Ma’ruf Amin Way” di Jakarta, Kamis (3/10/2019) lalu.

Seperti dilasir dari Beritasatu.com, Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil akan diprioritaskan dalam mendampingi kepemimpinan Joko Widodo pada periode mendatang.

“Dulu, meningkatkan kemajuan ekonomi diharap dari konglomerat yang nantinya netes ke lingkungan sekitar. Kenyataannya tidak netes-netes. Untuk itu, ke depan bangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil akan menjadi prioritas”. Demikian tegas Ma’ruf Amin saat peluncuran buku The Ma’ruf Amin Way.

Dikatakan, pemerintah saat ini sudah meletakkan dasar pembangunan yang kian mengangkat kelompok ekonomi bawah melalui pembangunan infrastruktur secara masif. Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan menekan kesenjangan ekonomi yang ada.

KH. Ma’ruf Amin mengatakan keberpihakan terhadap kelompok ekonomi kecil akan jadi fokus utama. Itu sebagai antitesa ekonomi yang condong kapitalistik. “Kekayaan tidak boleh hanya beredar pada orang kaya saja tapi harus terdistribusi kepada seluruh komponen rakyat”.

Peluncuran buku Indonesia: Asia’s New Tiger Economy The Ma’ruf Amin Way” mencuri perhatian komunitas ekonomi tanah air. Dua penulisnya, Anwar Abbas dan Sahala Panggabean menjadi sorotan karena dinilai berhasil mengintegrasikan tiga hal penting secara bersamaan, yaitu sistem ekonomi Pancasila, kondisi ekonomi kekinian, dan pemikiran ekonomi KH Ma’ruf Amin.

Pemikiran-pemikiran Ma’ruf Amin yang didemonstrasikan secara apik di buku ini memaknai bahwa ekonomi harus berdasarkan keadilan, keumatan/ kerakyatan, dan kedaulatan. Hal ini sejalan dengan program kerja pemerintah periode kedua Presiden Joko Widodo.

Penulis buku Sahala Panggabean menyatakan dalam menjalankan roda ekonomi Indonesia yang sejalan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3, tidak lain tidak bukan harus melalui koperasi.

“Pola pembangunan ekonomi yang tepat untuk rakyat Indonesia adalah koperasi. Dalam buku ‘The Ma’ruf Amin Way, pada tahun 2020 Indonesia akan menghadapi pertumbuhan besar kelas menengah, milenial dan urban,” kata Panggabean yang juga Chairman dari Nasari Cooperative.

Disebutkan dengan mengawinkan antara “start up” dengan cooperative menjadi start up cooperative, kita memiliki model baru yang bisa menjawab kebutuhan para milenial dan pelaku start up tanah air.

Di sisi lain, menurut Panggabean, start up cooperative juga menjamin tata kelola yang lebih setara antara satu dengan beberapa pendiri lainnya. Pengambilan keputusan didorong melalui mekanisme musyawarah mufakat.

“Prinsip dasarnya sederhana yaitu one man, one vote pada koperasi. Bedakan dengan perseroan yang one share, one vote. Itulah yang kami kagumi dari Bapak KH Ma’ruf Amin, karena beliau juga bertekad menjadikan Indonesia sebagai ikon pusat ekonomi syariah dunia melalui platform digital tersebut,” kata Panggabean.

Pada saat yang sama, Panggabean menyoroti peran Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang masih sangat jauh dari yang diamanatkan oleh undang-undang. Panggabea menilai bahwa perlu merevitalisasi Dekopin agar menjadi partner dari pemerintah untuk berperan aktif dalam pemberdayaan koperasi. Terlebih menyikapi perkembangan era digital dan revolusi industri 4.0 saat ini.

“Revitalisasi Dekopin akan membuat koperasi dapat bergerak lebih lincah dan lebih segar apabila Dekopin atau apapun namanya nanti kita sebut, dipimpin oleh para pelaku koperasi dari generasi milenial,” tutup Panggabean.

Herman Lombo, Salah satu Nasabah KSP Nasari Atambua

Menanggapi hal tersebut, beberapa masyarakat yang ada di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL ikut mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Salah satunya adalah Walde Siku, Warga Keluran Rinbesi, Kecamatan Atambua Selatan.

Menurut Salah satu Nasabah KSP Nasari Atambua itu mengatakan bahwa apa yang menjadi pemikiran penulis patut di apresiasi dan didukung demi mewujudkan rakyat Indonesia yang makmur dan berkeadilan secara ekonomi berdasarkan amanah Pancasila.

Dikatakan lebih lanjut bahwa salah satu pola Ekonomi kerakyatan sudah diterapkan oleh KSP Nasari. Akan tetapi, pola ekonomi kerakyatan yang sudah dilakukan oleh KSP Nasari ini akan menjadi lebih baik lagi apabila mendapat perhatian lebih dari pemerintah Pusat dalam masa pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di periode mendatang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Herman Lombo, Warga Kelurahan Kota Atambua. Dikatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi ide ekonomi kerakyatan yang dituangkan dalam buku The Ma’ruf Amin way. Menurutnya, ide tersebut harus segera direalisasikan pada kepemimpinan Jokowi periode mendatang.

Herman yang juga merupakan nasabah KSP Nasari tersebut menuturkan bahwa ada banyak Koperasi di Indonesia yang berpegang pada asas ekonomi kerakyatan. Salah satunya adalah KSP Nasari.

Karena itu, dirinya berharap agar Presiden Joko Widodo pada periode mendatang dapat memasukkan KSP Nasari sebagai salah satu Patner Pemerintah yang disejajarkan dengan koperasi-koperasi lain dalam jajaran Top Menajemen.

“Kami sebagai Nasabah KSP Nasari mengapresiasi ide ekonomi kerakyatan yang diusung Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Kami berharap agar pada periode mendatang, perusahaan-perusahaan berbasis ekonomi kerakyatan seperti KSP Nasari pun dapat dimasukkan dalam jajaran Top Menajemen pada pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan juga mendapat perhatian dari Kementerian Koperasi,” pungkas pria yang telah menjadi Nasabah KSP Nasari sejak tahun 2013 silam.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here