“Revisi ini didasarkan pada pengalaman tahun 2018 di mana kunjungan wisman tidak mencapai target karena faktor bencana alam ini. Banyak negara yang membatalkan perjalananan warganya ke Indonesia karena takut terdampak bencana,” kata Anita.
DPR khususnya Komis X, lanjut Anita sangat mendukung dan mendorong pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur.
NTT punya potensi pariwisata yang luar biasa baik alam, budaya maupun wisata baharinya.
“Kami butuh data-data yang riil pengembangan destinasi pariwisata dari kabupaten/kota.
Kami mengapresiasi kepada pemerintah Provinsi yang lebih fokus untuk meningkatkan pengembangan pariwisata.
Komisi X tidak mau berjanji , tapi kami berkomitmen, NTT jadi salah satu prioritas penganggaran untuk pariwisata tahun 2020,” jelas Anita.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur , Josef A. Nae Soi menegaskan, pemerintah provinsi telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.
Langkah-langkah nyata telah mulai dibuat oleh Pemerintah Provinsi di antaranya Pemberlakuan English Day. Juga upaya untuk melakukan konservasi terhadap Komodo dengan menutup Pulau Komodo selama setahun.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










