Opini  

Mesin Baru Kementerian Keuangan tapi Sopirnya Lama, itu Akselerasi atau Stagnan?

Avatar photo
Reporter : Iskandar Sitorus Editor: Redaksi
IMG 20250910 WA0070

Kritik: mesin strategis tapi sopirnya masih operator lama

Sayang sekali justru tiga kursi puncak itu kini justru dipegang oleh figur lama yaitu Febrio Nathan Kacaribu di DJSEF, Masyita Crystallin di DJSPSK, dan Suryo Utomo di BTIIK. Mereka diklaim ‘kompeten’ di mesin lama, padahal fakta penilain dari LHP BPK terlalu banyak temuan saat mereka berkinerja.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sesungguhnya DNA yang dibutuhkan saat ini adalah kemampuan arsitek, bukan operator!

Kekhawatiran publik beralasan kuat sebab audit negara sudah memberi daftar panjang pekerjaan yang tidak boleh lagi diulang. Jika Presiden Prabowo menginginkan akselerasi, maka Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa harus berani menyelaraskan komando puncak ini dengan visi baru.

Solusi: rombak dengan mandat, bukan selera

Maka langkah pertama adalah mengunci model operasional dan metrik kerja. Kemkeu harus mengeluarkan keputusan yang merinci rantai komando DJSEF, DJSPSK, dan BTIIK, standar pengukuran dampak kebijakan (policy impact assessment), serta perjanjian layanan pertukaran data (Service Level Agreement/SLA) antar-otoritas seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).