Nilai Bukan Penentu Mutu Pendidikan

Avatar photo
20190426 213115

Irfan juga mengingatkan kepada sekolah-sekolah di setiap jenjang pendidikan di NTT untuk tidak boleh memaksa memberlakukan lima hari sekolah jika situasi dan kondisi di sekolahnya belum memungkinkan.

Kata Irfan, building school itu sudah diwacanakan beberapa tahun yang lalu. Sistem seperti itu, menurut dia, sudah diterapkan di sekolah-sekolah misi selama ini. Namun, untuk sekolah-sekolah umum implementasinya tergantung pada situasi dan kondisi sekolahnya masing-masing.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kalau sekolahnya sudah siap,  ya silahkan diterapkan. Tetapi, kalau belum siap jangan dipaksakan. Takutnya nanti akan merugikan anak-anak kita dari segi pembiayaan. Misalnya, biaya makan, minum, dan pengaturan waktunya,” sebut dia.

Pemberlakuan lima hari sekolah itu, masuk jam 07.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita (jam 3 petang,red). Jika ini diterapkan, maka perlu dibuat pengaturan waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sehingga tidak monoton di dalam kelas.

Misalnya, anak-anak mengikuti KBM di dalam kelas dari jam 07.00 -13.00 Wita. Selanjutnya, pukul 13.00 Wita, anak-anak dipulangkan untuk makan di rumahnya masing-masing. Selanjutnya, pukul 14.00 – 15.00 Wita anak kembali ke sekolah tidak dalam bentuk tatap muka di dalam kelas, tetapi dibawa ke suasana alam di luar kelas.