Beranda Ekonomi Bisnis Berdinas ke Belanda, Bupati Belu Lupa Jalan Pulang

Berdinas ke Belanda, Bupati Belu Lupa Jalan Pulang

1310
0

Belu, Flobamora-news.com – Lakukan Perjalanan dinas ke Belanda, Bupati Belu, Willy Lay lupa jalan untuk kembali ke Kabupaten Belu. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Lapangan Forum Rakyat Belu Peduli Demokrasi, Vicky Nahak saat melakukan aksi di Depan Gedung DPRD Belu pada, Selasa (10/12/2019).

Aksi tersebut dibuat untuk mempertanyakan keberangkatan Bupati Belu bersama beberapa OPD ke Belanda menggunakan Anggaran Daerah untuk mempromosikan Kain Tenun di Den Haag-Belanda pada tanggal 28 November 2019.

Kendati Kain Ikat asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur mendapatkan perhatian besar dan mempesona di hadapan para pengunjung kegiatan “Together with Ikat: Dutch and Indonesian Artisans’ Workshop” di Aula Nusantara, KBRI Den Haag, Belanda, namun keberangkatan Bupati Belu bersama beberapa Kepala OPD mendapat kritikan dari beberapa kalangan di Belu.

Menurut Vicky Nahak, keberangkatan Bupati Belu bersama beberapa Kepala OPD ke Belanda hanya menghabiskan anggaran daerah. Padahal, menurutnya, anggaran yang digunakan untuk melakukan perjalanan itu bisa dialihkan ke pos lain seperti minimnya air bersih di Kabupaten Belu, rumah layak huni, dan lain sebagainya.

Aksi yang dilakukan di Depan Gedung DPRD Belu itu pun akhirnya mendapat respon baik dari para anggota DPRD. Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Junior pun mengajak para Demonstran untuk masuk ke Ruangan Ketua guna menyampaikan semua aspirasi dari Forum Rakyat Belu Peduli Demokrasi.

Vicky Nahak pada kesempatan itu mempertanyakan keberangkatan Bupati Belu bersama beberapa Pimpinan OPD. Menurutnya, OPD yang diajak bupati mengikuti acara promosi budaya di Belanda terkesan pilih kasih. Pasalnya, beberapa OPD yang berhubungan dengan budaya sama sekali tidak dilibatkan seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

Vicky Nahak saat melakukan orasi di depan Gedung DPRD Belu

“Model begini yang akhirnya buat saya bisa berasumsi bahwa keberangkatan Bupati ke Belanda itu hanya ibarat kado natal bagi OPD yang akan mendukung dia di Pilkada 2020 saja. Mereka pergi bukan atas kebutuhan masyarakat, tapi atas keinginan bupati,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa keberangkatan Bupati Belu ke Belanda itu terjadi saat DPDR Belu sedang melakukan Rapat Anggaran. Ditakutkan apa yang sudah disepakati DPRD bersama OPD akhirnya dimentahkan oleh Bupati karena sapa yang dilakukan OPD tidak sesuai dengan apa yang diinginkan kan Bupati.

“Beberapa waktu silam pernah terjadi Rapat Dengar Pendapat terkait pengangkatan 204 orang guru honor menjadi tenaga kontrak daerah. Saat itu, apa yang sudah disampaikan oleh OPD akhirnya dimentahkan oleh Bupati Belu hanya karena apa yang disampaikan oleh OPD tidak sesuai dengan keinginan Bupati. Saya takut, jangan sampai hal ini terulang kembali hanya karena bupati Belu tidak ikut dalam rapat anggaran Itu,” ujar Vicky.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa kegiatan di Belanda sudah selesai. Namun, sampai dengan saat ini, Bupati Belu belum kembali berkantor di Belu. Besar dugaan Vicky, Bupati Belum Willy Lay belum kembali ke Belu karena masih merasa nyaman di Belanda hingga lupa jalan untuk pulang kembali ke Belu.

“Saya takut Bupati Belu sudah merasa nyaman di Belanda atau bisa jadi Bupati Belu lupa jalan pulang ke Belu,” tuturnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Forum Rakyat Belu Peduli Demokrasi itu, Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Junior berjanji akan membahasnya pada sidang Pandangan Akhir Fraksi.

Terkait dengan keberangkatan Bupati Belu ke Belanda, beberapa awak media sudah coba mengkonfirmasi ke Bupati Belu. Akan tetapi, Bupati Belu, Willy Lay sama sekali tidak menjawab pertanyaan wartawan.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar