
Dekranasda kata dr Yayik terus berupaya mendorong kaum milenial untuk bisa melanjutkan dan mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan, sehingga menghasilkan suatu karya tenun yang bernilai ekonomis. Pengembangan kemampuan siswa dalam menenun bisa dilatih dan dibimbing oleh lara guru dan tutor melalui Sanggar Seni yang ada di sekolah masing.
“Kita tentu saja mendukung, karena setelah pelatihan ini mereka dituntut untuk bisa menghasilkan satu produk tenun melalui sanggar tenun di sekolah masing-masing.
Kita akan ambil tenunannya untuk kita pajang dan jual di galeri Dekranasda . Ini sebagai motivasi buat anak-anak kita, sehingga dengan sendirinya mereka merasa bahwa hasil karya mereka diakui” ungkapnya. (****)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












