Beranda Olahraga Pemain Luar Daerah di Bawah 17 Tahun Boleh Bermain di Bupati Belu...

Pemain Luar Daerah di Bawah 17 Tahun Boleh Bermain di Bupati Belu Cup 2019

371
0
Foto Bareng Jelang Laga Pembuka Bupati Belu Cup IV

Belu, Flobamora-news.com – Pemain Luar Daerah Belu yang berumur di bawah 17 tahun boleh bermain di Bupati Belu Cup 2019. Hal ini diungkapkan Ketua Askab Belu, Yohanes Jefri Nahak saat ditemui awak media ini, Rabu Sore (06/11/2019).

Terkait regulasi pemain, pria yang biasa disapa Epy Nahak menyebutkan bahwa setiap club diperbolehkan mengambil 5 pemain yang ber-KTP dari luar Kabupaten Belu dengan umur pemain dalam club maksimal berusia 35 tahun.

“Klub boleh mengambil 5 pemain luar. Tapi, dalam pertandingan hanya boleh menurunkan 3 pemain,” tegasnya.

Sementara pesepakbola dari luar daerah yang berusia di bawah 17 tahun (belum memiliki KTP), Ketua Askab Belu menegaskan bahwa walaupun dari luar Kabupaten Belu diperbolehkan ikut dalam turnamen Bupati Belu Cup tahun 2019 tanpa ada aturan yang mengikat. Hanya saja, sebisa mungkin pemain minimal 16 tahun mengingat benturan fisik di lapangan yang akan membahayakan para pemain.
“Untuk anak 17 tahun ke bawah, bebas. Dari luar juga bisa, bebas,” pungkas Epy Nahak.

Untuk diketahui, Turnamen Bupati Belu Cup 2019 akan diikuti oleh 31 club di Kabupaten Belu. 31 club tersebut dibagi dalam 8 pool.

Pada Pembukaan Turnamen Bupati Belu Cup 2019, Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan memberikan semangat dan motivasi kepada 31 tim yang ikut berlaga pada Bupati Belu Cup IV untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan.

“Bermain dengan sportif; bermain dengan teknik. Dengan begitu kita sudah menunjukkan kepada orang lain tentang kualitas sepak bola di Kabupaten Belu,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dunia persepakbolaan di Kabupaten Belu sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat saat ini. Hal ini ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah peserta pada Bupati Belu Cup IV. Untuk diketahui, pada tahun 2018, hanya 12 tim yang ikut dalam ajang terbesar Kabupaten Belu tersebut. Namun, pada tahun 2019, jumlah meningkat hingga mencapai 31 tim.

“Semua tim ingin menjadi juara. Tapi hanya akan ada satu yang keluar sebagai juara. Karena itu, bermainlah seperti pemain. Tunjukkanlah sportivitas. Tunjukkan bahwa kita berjuang untuk menang. Namun, kekalahan adalah pelajaran buat kita menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar