Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, YLAI akan melanjutkan implementasi program di sekolah yang sama hingga Juni 2020. Selain Membaca Berimbang, YLAI juga akan melatih pembelajaran Kesadaran Fonemik.
Dalam sambutannya, Kadis Sairo menyampaikan apresiasinya kepada INOVASI dan mitranya, khususnya YLAI yang telah turut meningkatkan kualitas pendidikan di Sumba.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh YLAI dan INOVASI belum dapat dinikmati sepenuhnya oleh anak-anak di Sumba Barat. Namun jika dilakukan secara berkelanjutan, hasilnya akan kelihatan dalam beberapa tahun kedepan.
“Oleh karena itu, penandatanganan MoU ini adalah upaya yang kami lakukan untuk memastikan keberlanjutan program yang telah dilakukan oleh YLAI. Meski kesepakatannya hanya sampai Juni 2020, kami berharap agar kemitraan ini dapat terus dilanjutkan kedepannya, baik dengan YLAI maupun INOVASI,” kata Sairo.
Melalui skema kerja sama ini, YLAI dan Dinas Pendidikan melakukan cost-sharing di mana YLAI akan menganggarkan Rp 153 juta untuk biaya operasional dan pengadaan buku sementara Dinas Pendidikan akan membiayai penyelenggaraan KKG dengan anggaran senilai Rp 110 juta. Selain itu, masing-masing pihak juga akan mengangkat satu koordinator lapangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












