Daerah  

NTT dan Belu Berkontribusi Pada Tingginya Stunting di Indonesia

Avatar photo
20190730 190922 scaled

“Khusus di Keuskupan Atambua memiliki sekitar 58 ribu umat dengan presentase hampir 98 persen umatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah stunting sangat tinggi disebabkan karena berbagai faktor, sehingga gereja wajib berperan aktif untuk membenahi kehidupan umat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih sejahtera,” tegas Uskup Dominikus.

20190730 203303
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr saat membawa materi pada acara Rembuk Stunting Kabupaten Belu Tahun 2019

Pihaknya menilai stunting sebagai keruntuhan martabat manusia karena berbagai faktor penghambat terjadinya kemunduran moral dan berbagai persoalan sosial.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Penyakit sosial yang masih membelenggu umat antara lain adat-istiadat dan tradisi, minimnya asupan pangan dan gizi yang cukup, tingkat konsumsi miras yang tinggi serta budaya perjudian yang telah menjadi darah daging dan sulit dihilangkan,” ujar Uskup Dominikus.

Pihaknya juga menegur pemerintah untuk serius menangani stunting melalui berbagai program yang tepat sasaran terlebih tidak bermental proyek semata terlebih menjelang Pilkada 2020 mendatang.