Regenerasi Tenun Ikat di Nagekeo dan Model Intervensi Program CSR PT TBIG

Avatar photo
IMG 20250427 WA0044
Cleofania Woga Nenu penenun milenial di Nagekeo

Mei begitu sapaan akrabnya terlihat begitu mahir menenun untuk anak seumurannya. Itu terbukti hanya kurang lebih 20 menit, sisa tenunannya yang sudah ditenun hampir kurang lebih dua mingguan itu selesai. “Saya tau tenun Oma yang ajar, bisa tenun dari saya kelas 6 SD” ujar Mei.

Mei merupakan puteri ke empat dari pasangan Agustina Daso dan Arnoldus Geo tinggal bersama kedua orang tuanya di Kampung adat Gero, Desa Gero Dhere, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Di rumah semi permanen berukuran kurang lebih 7×9 meter itu, Mei tinggal bersama orang tua, kakek, nenek serta dua orang adik perempuan dan laki-laki. Dua orang Kakak perempuan ada yang sudah bekerja dan juga ada yang masih duduk di bangku kuliah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sejak bisa menenun, saban hari Mei selalu menyempatkan diri menenun selepas jam sekolah. Menenun sama sekali tidak mengganggu aktivitas belajarnya. Ini dilakukan Mei tidak hanya sekedar membantu Ibunya akan tetapi lebih kepada menyalurkan hobby. Baginya menenun bukan semata aktivitas kaum perempuan akan tetapi semacam hobby yang mesti disalurkan.