Beranda Hukum & Kriminal Kecurangan Penyelenggara Pemilu di Manggarai Timur Terjadi Lagi

Kecurangan Penyelenggara Pemilu di Manggarai Timur Terjadi Lagi

354
0

Kupang, Flobamora-news.com – Kepada media ini, Minggu 21 April 2019, Frans Sarong mendesak perhatian serius berbagai pihak terkait penyelenggaraan pemilu, khususnya di Dapil 4 untuk Caleg DPRD NTT (Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat) atas kasus yang menimpa dirinya dan mungkin juga menimpa caleg lainnya.

“Contoh kasus. Di TPS 02 Waepoang, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, perolehan suara saya seharusnya 24 suara, namun dalam lembaran C1 tertulis hanya 4 (empat). Sementara jumlah suara partai dan calon, totalnya 29 suara. Tidak jelas dari mana angka itu, sebab kalau mengikuti catatan suara saya yang tertulis hanya 4, maka total seharusnya hanya 9 (sembilan)”, jelas Frans (21/04/2019).

Lanjutnya, bersama tim, Sabtu (20/4/2019) sudah meminta klarifikasi dari: (1) saksi Partai Golkar, atas nama Mariana Sendang, (2) Ketua KPPS TPS 02 Waepoang, atas nama Stanislaus Jalung dan (3) Ketua Sekretariat PPS Desa Bamo, Fridolinsius Dodik.

” Semuanya membenarkan suara saya sebanyak 24, yang dikuatkan dengan pernyataan bersama secara tertulis”, tambahnya.

“Sesuai catatan C1 yang saya terima, suara saya di Desa Bamo berkurang 20 atau hanya 148 dari seharusnya 168 suara. Ketiga pihak tersebut di atas membenarkan perolehan suara saya di Desa Bamo sebanyak 168 suara”, imbuhnya.

Menurytnya, kasus ini hanya salah satu contoh.

“Kasus serupa lainnya yang menimpa saya terjadi di TPS 04 Mera, Desa Golotolang, Kec. Kota Komba. Dalam C1, suara saya tertulis hanya 7 (tujuh) dari seharusnya 27 suara”, jelasnya.

Frans menduga ini semua modus penipuan baru. Dirinya mendesak pleno berbagai tingkatan sejak tingkat kecamatan supaya tidak memercayai begitu saja laporan dari setiap TPS.

“Harus dicek kembali terutama akurasi perolehan suara yang tertulis melalui C1, lalu bandingkan dengan catatan pada C1 plano atau dokumen lainnya”, tutupnya. (Rns)

KOMENTAR ANDA?

Komentar