Sepuluh persen manusia yang makmur adalah mereka yang sesungguhnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Bupati mencontohi teknologi handphone dengan kecanggihannya mampu membaca cara berpikir bahkan mendikte pengguna. “Dan ketika semua orang tergantung pada HP, mudah sekali mereka yang punya modal bisa menggiring kita pada pilihan selera yang mereka didiktekan ke kita. Ini yang disparitas besar sedang terjadi” katanya.
Dalam menghadapi fenomena ini, peran NU pesan Don Bosco, harus bisa tetap hidup mempertahankan believe and values dalam suatu keyakinan serta nilai, mampu mempertahankan adat istiadat seluruh anak bangsa mulai dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote hidup dalam satu bingkai Pancasila.
Baginya, hubungan NU dan Negara dalam satu artikel karya Gus Dur itu ibarat Pancasila dan Sholawat Badar. Pancasila itu Bingkainya Sholawat Badar mengisinya. “Dia bisa jadi masalah kalau agama mau jadi bingkai, ketika persoalan privat kita bawa dia ke lapangan itu jadi soal, tapi ada keributan kita diskusikan menurut nilai adat istiadat kita untuk kita meresponnya” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










