“Saya mulai memberdayakan warga binaan (untuk mengelola Kelor, red) di tempat tugas sejak tanggal 23 Februari 2022. Pertama kali di Koramil Camplong,” tutur Antonius kepada wartawan.
Seiring berjalannya waktu, Antonius mulai memberdayakan puluhan rumah tangga dan anak anak usia sekolah untuk pengolahan Kelor di kediaman pribadinya. Ibu rumah tangga yang Saban hari duduk tanpa aktivitas kini berganti menjadi tenaga ” Koru” ( Melepaskan daun kelor dari Tangkai-Red).
Antonius mempunyai anggota kelompok berjumlah 35 orang. Ia memberi nama kelompoknya Kelor Kasih. Setiap hari anggota kelompoknya berjibaku melepaskan daun kelor dari tangkai kemudian ditimbang. Setelah
” Kerjanya hanya 4-5 jam dan menghasilkan 50 sampai 60 kg daun kelor basah setiap hari. Untuk harga kelor mentah, kalau dari pimpinan itu berkisar Rp 5.000 per kilogram, tetapi saya juga membutuhkan biaya operasional untuk mengambil dan mengantar Kelor ke sentra produksi yang berada di Koramil 02 Camplong. Sehingga setelah dijual, Rp 3.000 dibagi ke para ibu dan anak-anak yang bekerja, sedangkan Rp2000 untuk biaya operasional atau mobilitas,” rinci Anton.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












