Berbeda dengan Presiden SBY, Presiden Jokowi ingin memastikan penggantinya yang bisa menjamin dua hal. Pertama, calon yang mau dan mampu melanjutkan program penting yang sedang digulirkan dan belum selesai. Ia ingin Sustainability, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, hilirisasi dan industrialisasi, dan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Penajem Paser Utara, Kaltim.
IKN baru tidak saja pemindahan ibukota, melainkan sebuah pendana paradigma baru pembangunan dan contoh sebuah kota modern. Indonesia bukan hanya Jawa. Pembangunan luar Jawa harus dipacu hinga secara dengan Jawa. Indonesia belum memiliki sebuah kota modern, ramah lingkungan, dan berbasis digital. IKN baru akan menjadi kota hijau dengan luas hutan di atas 80%. Nyaman untuk bekerja dan berlibur.
Kedua, Presiden ingin agar paslon yang bertarung di pilpres 2024 tidak meninggalkan residu perpecahan. Pilpres 2014 dan 2019 serta Pilkada Jakarta 2017 meninggalkan residu perpecahan. Masuknya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, paslon yang menjadi rivalnya di pilpres 2019, dalam Kabinet Indonesia Maju merupakan upaya mengurangi keterbelahan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










