Beranda Ekonomi Bisnis Kemendag RI Tingkatkan Intensitas Dalam Menjaga Harga Menjelang Natal dan Tahun Baru

Kemendag RI Tingkatkan Intensitas Dalam Menjaga Harga Menjelang Natal dan Tahun Baru

36
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Kementerian Perdagangan kembali meningkatkan intensitas dalam menjaga harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di daerah. Kali ini, Kemendag diwakili Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward melakukan pemantauan harga dan pasokan bapok di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada hari ini, Kamis (21/11).

Pemantauan dilakukan di beberapa titik seperti pasar rakyat yaitu Pasar Kasih Naikoten dan Oebobo, ritel modern Hypermart, gudang distributor bapok CV Sumber Cipta, serta gudang Perum Bulog Divisi Regional NTT. Selain itu, Dirjen Dody juga meninjau pelabuhan PT Pelindo II.

Selain melakukan pemantauan harga dan pasokan bahan pokok, Dirjen Dody juga memimpin rapat koordinasi ( Rakorda) yang bertempat di aula hotel Sasando dan di hadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi NTT Nasir Abdullah, Kepala perum Bulog kanwil NTT Eko Pranoto, Perwakilan dari BI, Direskrimus Polda NTT Kombespol Heri Tri Maryadi, SH, M. H, serta para pelaku usaha.

Dody menjelaskan bahwa hasil pantauan menunjukkan harga bapok di Provinsi NTT, khususnya Kupang aman terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Namun pemerintah
akan terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bapok dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.

Hasil pemantauan harga di pasar rakyat beras medium dijual dengan harga Rp9.500/kg —
Rp10.000/kg, beras premium Rp12.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, minyak goreng Rp13.000/liter,
tepung terigu Rp7.000/kg, daging ayam Rp35.000/kg, daging sapi Rp90.000/kg, telur ayam Rp27.000/kg, cabe merah keriting Rp40.000/kg, cabe merah besar Rp40.000/kg, cabe rawit merah Rp20.000/kg, bawang merah Rp20.000/kg, dan bawang putih Rp35.000/kg.

“Untuk pasokan beras, saat ini sebanyak 33.000 ton beras, masih berada di dalam gudang Bulog dan bisa mencukupi kebutuhan akan beras hingga 9 bulan ke depan”, tambah Eko.

Lanjutnya, mendukung pilar ketersediaan, pilar keterjangkauan dan pilar stabilitas, merupakan tugas publik,  Perum Bulog dalam stabilitas harga dan pasokan pangan.

Polda NTT juga menjalin kerjasama Bulog, disperindag kabupaten/kota serta pelaku usaha untuk bersama-sama memantau ketersediaan pagan dan harga barang yang beredar di pasaran.

“Kami akan melakukan tindakan hukum apabila terjadi keterlangkaan barang akibat penimbunan yang di lakukan oleh pelaku usaha”, kata Kombespol Heri saat menyampaikan paparan kasatgasda pangan Polda NTT.


Reporter: Sisca De Sousa


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here