NTT Provinsi Ternak, Penuhi Target 1 Juta Ekor

KUPANG, Flobamora-news.com –Sejak dicanangkan sebagai Prov Ternak oleh Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya di tahun 2008 hingga saat ini, memberikan dampak positif bagi populasi ternak sapi di NTT.

Perhatian dan keberpihakan Kebijakan yang besar dari Frans Lebu Raya secara terus menerus hasilkan dampak maju dan keberhasilan Kerja Dinas Peternakan NTT berupa:

Pertama, Kemajuan dalam tata kelola peternakan dan Usaha Tingkat maayarakat, melalui Program Anggur Merah mencapai jumlah Usaha ekonomi berbasis Usaha ternak 65% yang tergabung dalam wadah Koperasi berjumlah 3.101 terdiri atas 6.000 kelompok Usaha ternak Besar dan ternak kecil.

Baca Juga :  Kunjungan Hari Ke-2 Kadin Indonesia Melihat Langsung Cara Closing Bell di Bursa Efek New York

Kedua, Nilai Tukar Peternak Terus meningkat 2013 mencapai 1,01 dan 2017 mencapai 1,06

Ketiga, Populasi Ternak Besar di Tahun 2009 mencapai 577.552 ekor, Tahun 2013 populasi neningkat 823.123 ekor dan di Akhir Tahun 2017 telah mencapai 1.007.608 ekor sehingga telah melampaui Target RPMJD NTT Tahun 2013-2018 Tekad Prov Ternak 1 Juta ekor sebagaimana yang dicanangkan Gubernur NTT.

Keempat, Kerja sama Antara Gubernur DKI Saat itu, Joko Widodo dan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, pengembangan sapi dan penyediaan daging sapi NTT bagi DKI Jakarta dengan Kapal Tol Laut Cemara Nusantara. Kerja sama Juga telah diikuti oleh Jawa Timur, Bengkulu dan Kalimantan Timur

Baca Juga :  Miguel Pemilik Gubuk Reyot di Malaka Dapat Donasi

Kelima, Tata Niaga Pengelolaan Ternak antar pulau dan antar Propinsi periode tahun 2008-2013 sebesar 246.869 ekor sapi dan Tahun 2013-2018 meningkat menjadi 308.114 ekor sapi atau meningkat 6,20% per tahun

Keenam, Cakupan sasaran pengiriman ternak yang sebelumnya 4 provinsi bertambah menjadi 11 propinsi yakni DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Banten, Bengkulu, Riau dan Papua

Tulisan ini berasal dari redaksi