Beranda Hukum & Kriminal Ini Pengakuan Pemilik Dum Truck Terkait Dugaan Kasat Lantas Polres Belu Minta...

Ini Pengakuan Pemilik Dum Truck Terkait Dugaan Kasat Lantas Polres Belu Minta Uang Pelicin

27
0

Belu, Flobamora-news.com – Pemilik Dum Truck, Fransiskus Manek mengungkapkan sebuah fakta terkait dugaan Kasar Lantas Polres Belu minta uang pelicin pada salah seorang warga sebesar 15 juta saat ingin menarik kasus kecelakaan yang ditangani Satuan Lantas Polres Belu.

Menurut Fransiskus, Kasat Lantas Polres Belu, AKP Shabda Purusha Putra dan anggotanya sama sekali tidak pernah meminta uang untuk penarikan kasus. Dirinya pun sama sekali tidak menghambat proses penarikan kasus.

Proses penarikan kasus itu sedikit berjalan lambat hanya karena ada beberapa data yang harus dilengkapi sebelum menutup kasus tersebut. Hal itulah yang membuat proses penarikan kasus sedikit berjalan lambat.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ketika dirinya pergi ke ruangan kasat pada tangga 23 November 3019, Kasat Lantas sama sekali tidak meminta sepersen pun. Bahkan, ketika dirinya hendak memberikan sedikit uang sebagai tanda terima kasih, kasat lantas dengan tegas menolak pemberiannya itu.

“Memang ada sedikit uang yang kami bawa untuk diberikan sebagai tanda terima kasih. Namun, saat itu, pak kasat langsung menolak. Dia bahkan berterima kasih kepada kami karena sudah menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan oleh media ini terkait adanya dugaan Kasat Lantas Polres Belu minta uang pelicin pada salah seorang warga sebesar 15 juta saat ingin menarik kasus kecelakaan yang ditangani Satuan Lantas Polres Belu.

Kejadian itu berawal dari kecelakaan Lalulintas yang terjadi pada tanggal 14 November 2019 di Depan Masjid Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Saat itu, sebuah Dum Truck bernomor polisi DH 9288 EB yang dikendarai oleh Rikardus Muit ingin masuk ke hutan di depan Masjid Halilulik. Tiba-tiba datang sebuah motor yang dikendarai oleh Robertus Torin dengan kecepatan tinggi dari arah belakang langsung menabrak dum truk bagian belakang.

Akibat kecelakaan itu, Robertus mengalami patah tulang pada salah satu bagian tubuhnya. Karena itu, Torin segera dilarikan ke Rumah Sakit Marianum Halilulik.

Tak lama usai kejadian, polisi pun langsung datang melakukan olah TKP. Salah satu anggota Lantas Polres Belu yang turun ke Lokasi kejadian menjelaskan kepada keluarga Robertus bahwa dari hasil keterangan para saksi, Robertuslah yang bersalah. Akan tetapi, sang Sopir tetap ditahan di Polres Belu selama proses hukumnya masih berjalan.

Robertus hanya beberapa hari masuk RS Marianum Halilulik untuk dirawat secara medis. Tiga hari kemudian, Robertuspun dipaksa keluar dari rumah sakit untuk dilanjutkan dengan pengobatan tradisional atas pertimbangan keluarga.

Pemilik dum truck, Fransiskus Manek pun tidak lepas tanggung jawab. Dirinya menanggung semua biaya pengobatan, baik di rumah sakit Halilulik maupun biaya pengobatan tradisional.

Atas niat baik itulah, tepatnya pada tanggal 18 November 2019, pihak keluarga Robertus memutuskan untuk membuat surat perdamaian di atas materai 6.000 di Dusun Fohokiik, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka disaksikan oleh Sekretaris Desa, Bernadus Bau.

Dengan dasar surat perdamaian itu, Pihak Keluarga Robertus bersama pemilik dum truck pergi ke Polres Belu (20/11/2019) untuk menarik kasus.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here