Opini  

Kapolres “Destroyer” Nagekeo

Avatar photo
Editor: Destroyer
IMG 20230420 WA0107

Kita berpikir semua orang baik sehingga kehilangan sikap kritis saat dibohongi setan berwajah kuasa, uang dan jabatan. Atas nama kehausan jabatan bupati misalnya, seorang politisi (Katolik) rela bergabung dengan para “destroyer” untuk menghadirkan mudarat bagi keluarganya sendiri. Publik mesti setia mengingatkan para politisi khususnya di Nagekeo agar lebih waras dalam mengejar kekuasaan (politik). Politisi yang waras tidak akan membiarkan dirinya dijebak menjadi kendaraan siap pakai oleh kelompok “destroyer” yang gerakan sadisnya “bagai singa yang mengaum-ngaum mencari mangsa.” Sebelum jadi mangsa yang akan dilempar ke tempat paling gelap, segera berbalik meninggalkan kelompok “destroyer”. Tidak ada kata terlambat bagi orang yang sadar akan keselamatan.

Kapolres (Diduga) Perusak?
Penulis terkaget-kaget membaca postingan percakan Kapolres Nagekeo AKBP Yudha Pranata yang berinisiatif membentuk grup WhatsApp Kaisar Hitam (KH) “Destroyer” yang beranggotakan Polres Nagekeo dan sejumlah wartawan yang bekerja di Nagekeo. “Destroyer” merupakan kata Bahasa Inggris yang berarti perusak yang merupakan turunan dari kata “destroy” yaitu menghancurkan. Kapolres Yudha mengakui pembentukan grup tersebut dan kehadiran lima wartawan. Kita sebut saja nama medianya agar seluruh rakyat Nagekeo tahu orang-orang ini sehingga tidak begitu percaya pada debur suara mereka. Nusantarapedia.net; Laskarmedia.com; Sergap.id; Mindonews.co.id; dan Victorynews.id. Wajah-wajah pekerja media ini bisa cari di Polres Nagekeo atau gabung dalam grup WhatsApp “KH Destroyer.” Nama “Kaisar Hitam Destroyer” sangat menyeramkan seseram nama media Laskar, Sergap dan lain-lain. Nama-nama ini mengingatkan kembali masa kelam kasus penculikan aktivis dan mahasiswa tahun 1998.