Bangunan crossway kata Martinus tidak mempan menahan terjangan banjir kali Siu Toyo yang memiliki debit air cukup besar ketika terjadi banjir. “Tidak bisa, dia kalau banjir air sampai meluap, pak lihat saja sendiri ini crossway saja jebol” bebernya.
Martinus mengungkapkan bahwa selama ini jika warga Desa Wuliwalo ingin ke Wolokisa dan Bela misalnya, harus memutar arah melewati Maukeli dengan jarak tempuh belasan kilometer, begitupun sebaliknya. Padahal jarak antara Desa Wolokisa dan Wuliwalo hanya beberapa kilometer saja.
DPRD Hanya Janji Tanpa Realisasi
Kehadiran jembatan penghubung kata Martinus sudah lama dirindukan masyarakat setempat bahkan jauh sebelum Crossway dibangun dan ruas jalan Funga-Watusaju ditingkatkan.
Menanggapi keluhan masyarakat pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo sempat meninjau lokasi dan menjanjikan akan mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan, akan tetapi sampai hari ini tak kunjung terealisasi.
“Kami ini terus terang pak, dalam kunjungan reses pimpinan DPRD bersama anggota, Pak Sely pernah bilang kalau yang kecil-kecil itu usulan Patris (Patris Bhoko red-), Pak Adi (Adrianus Watu red-) mereka, kalau saya datang berarti yang besar termasuk jembatan ini, tapi sampai hari ini tidak pernah terjadi” ungkap Dia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












