Korem 161/Wira Sakti Bekali Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara Serta Bela Negara

FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com –Korem 161/Wira Sakti memenuhi undangan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera ( DPW PKS ) Provinsi NTT sebagai Pemateri dalam kegiatan Konsolidasi dan Pembekalan Struktur Anggota Legislatif Kab/Kota terpilih PKS se Prov NTT.

Materi tentang Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara serta Bela Negara ini diberikan kepada 41 peserta, yang 18 diantaranya adalah anggota legislatif terpilih PKS se Prov NTT, Minggu (15/09/2019) di Hotel Sahid Timore Kupang.

Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos yang diwakili oleh Kasiter Korem 161/Wira Sakti Letkol Inf Abdullah Jamali mengawali materinya dengan mengingatkan kembali bagaimana perjalanan sejarah dan dinamika Bangsa Indonesia dari masa ke masa.

Baca Juga :  Satgas Gesit Delapan TKI Nonprosedural Kembali Digagalkan

” Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga dalam sejarahnya, bangsa asing selalu berusaha menguasai Bangsa Indonesia. Wawasan Kebangsaan lahir bersamaan dengan perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Dalam perkembangannya, perjuangan Bangsa Indonesia yang pada saat itu bersifat kedaerahan, ternyata tidak membawa hasil. Oleh karena itu diperlukan cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga suatu negara, akan diri dan lingkungannya didalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang disebut dengan wawasan kebangsaan ” jelas Danrem 161/Wira Sakti

Baca Juga :  Komunikasi Sosial dengan Komponen Masyarakat Korem 161/Wira Sakti Tahun 2019

Lebih lanjut dijelaskan juga tentang nasionalisme yang telah dimiliki oleh para pendahulu kita.

” Dalam perjalanan sejarah itu, maka timbullah gagasan dan sikap untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk harga diri bangsa, sekaligus menghormati bangsa lain, yang disebut dengan nasionalisme ” ungkap Danrem 161/Wira Sakti

Kemudian ditekankan pula pentingnya Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara serta Bela Negara dalam menghadapi Proxy War untuk menjaga Keutuhan NKRI.

Tulisan ini berasal dari redaksi