“Saya pastikan itu tidak, saya ini ditugaskan menjadi Kepala Dinas Pariwisata bukan untuk menyenangkan orang luar, sementara orang Nagekeo sendiri stres karena tidak tahu mau ke mana, obyek wisata kita tidak terurus” ungkap Dia.
Dengan begitu, Filsuf asal Kampung Boawae ini menegaskan bahwa fokus penataan sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Nagekeo seyogyanya untuk dinikmati oleh masyarakat Nagekeo itu sendiri.
PDRB Pariwisata Terus Meningkat
Meski kunjungan wisatawan mancanegara Negara ke tidak signifikan akan tetapi, Teda Sada mengklaim bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Pariwisata Kabupaten Nagekeo terus meningkat setiap tahunnya. “PDRB kita sekarang 4,83 dari sebelumnya yang hanya 1 koma sekian” katanya.
Menurut dia, ketika sektor pariwisata mengalami peningkatan yang signifikan, tentu saja akan berdampak terhadap sejumlah sektor lain seperti perhotelan, kuliner, transportasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga industri kreatif. Hal ini terbukti dengan total Pendapatan asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sektor Pariwisata seperti pajak hotel, rumah makan, hingga retribusi obyek wisata menunjukkan perubahan yang luar biasa dalam lima tahun terakhir.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










