Beranda Kesehatan & Pola Hidup Dinkes Provinsi NTT Gelar Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular

Dinkes Provinsi NTT Gelar Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular

462
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Penyakit tidak menular adalah salah satu masalah dalam pembangunan kesehatan di Indonesia dengan peningkatan beban biaya yang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan pelatihan pelayanan terpadu penyakit tidak menular pada fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dilaksanakan di hotel On The Rock, dari tanggal 10-15 Desember 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David A. Mandala, S. Kep. Ners, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Nur Azizah, SKM, M.Kes, Lektor Kepala serta dosen Fakultas Kedokteran Undana Dr.dr. Christina Olly Lada, M. Gizi, serta 30 peserta dari 10 kabupaten.

David A. Mandala dalam sambutannya mengungkapkan saat ini Indonesia sedang memiliki beban ganda dalam bidang kesehatan, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular.
Lanjut David, bahwa penyebab kematian di Indonesia untuk saat ini paling tertinggi 60% berasal dari penyakit tidak menular seperti serangan jantung, hipertensi, kanker, penyakit paru-paru, diabetes melitus. Kegiatan pandu PTM di FKTP sebenarnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini perawat serta dokter yang bertugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Semua teman-teman di FKTP memang harus dilatih serta membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi, dalam hal ini melalui Ibu Nur Azizah sebagai kepala seksi PTM, untuk bisa melakukan pembinaan teknis bagi perawat dan dokter yang berada di FKTP”, tambah David saat di temui media setelah membuka kegiatan pelatihan terpadu.

Sementara itu Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Nur Azizah, di Indonesia, proses angka kematian penyakit tidak menular meningkatkan 41,4% pada tahun 1995 menjadi 59,5% pada tahun 2007 ( Riskesdas 2007). Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukan tingginya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia, seperti hipertensi (25,8%), penyakit sendi ( 24,7%), cedera lalu lintas darat (47,7%), penyakit jantung (1,5%), asma (4,5%), diabetes melitus (2,1%), stroke (12,1%), dan kanker atau tumor (1,4%), ungkap Nur Azizah saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Nur Azizah menjelaskan,  dalam rangka pencegahan dan pengendalian PTM (P2PTM) serta pencapaian indikator Renstra dan RPJM 2015-2019, Direktorat P2PTM melakukan program unggulan seperti CERDIK, pelayanan PTM terpadu di FKTP, pembatasan konsumsi gula, garam dan lemak, upaya berhenti merokok dan surveilans faktor risiko PTM.
Dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian PTM khususnya tentang pelayanan terpadu PTM di FKTP diperlukan dukungan sumber daya kesehatan sebagai pelaksanaan yang bekerja secara profesional, sehingga diperlukan pelatihan terhadap dokter dan tenaga perawat di FKTP.

“Peserta yang hadir dari 10 Kabupaten (Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Malaka, Kota Kupang, Sumba Barat Daya, Nagekeo, Manggarai Timur, Bajawa dan Lembar)”, ujar Nur

“Pasien sekarang bukan hanya dilayani pemeriksaan pada keluhan utamanya saja, tetapi juga di gali faktor risikonya dan di lakukan pemeriksaan pada poli PTM, tambah Nur. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan gizi serta promosi kesehatan secara menyeluruh”, ujar Azizah.


Reporter: Sisca De Sousa


Komentar