Beranda Kesehatan Perdhaki KAK Bergerak Cepat Minimalisir Penyebaran Penyakit TBC

Perdhaki KAK Bergerak Cepat Minimalisir Penyebaran Penyakit TBC

302
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Sepanjang Tahun 2017 Jumlah penyebaran penyakit TBC di Wilayah Prov NTT mengalami peningkatan dengan dampak sebaran 1:15 orang.

Sebanyak 1.633 pasien TBC dengan resiko dan dampak penyebaran kepada orang disekeliling, dengan Lokasi pasien di 3 kab/Kota yakni Kab Timor Tengah Selatan (TTS) Sebanyak 603 pasien, Kab Kupang 436 pasien dan Kota Kupang 506 pasien.

Menyikapi Kondisi pasien dan dampak penyebaran TBC, Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Keuskupan Agung Kupang (KAK) bergerak cepat membentuk Kontak Investigasi untuk meminimalisir dampak penyebaran TBC.
Rakorwil Perdhaki dilaksanakan di Hotel Amaris Kupang tanggal 1-2 Juni dengan melibatkan Kab.Kupang, TTS dan Kota Kupang dalam persiapan pelaksanaan kontak investigasi bagi pasien TBC yang ada di tiga wilayah tersebut.

Menghadirkan para narasumber Aminah Baun,SKM.MKes dari Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT, Romo Vinsent Tamelab dan Ketua Perdhaki KAK, Romo Ambros B Ladjar. Rakorwil mengevaluasi kegiatan PERDHAKI KAK selama tahun 2017 dan persiapan kegiatan Kader dalam Kontak Investigasi yang akan dilaksanakan di 3 wilayah intervensi Perdhaki dalam penanggulangan TB-HIV.

Koordinator program TB HIV dr Joanita Tukan, mengatakan, Pasien di tiga wilayah (Kab TTT, Kab Kupang dan Kota Kupang) positif mengidap TBC di tahun 2017 yang sedang menjalani pengobatan, sehubungan dengan TBC bisa menular ke 10-15 orang di sekelilingnya, maka para Kader harus bergerak cepat.

“Bentuk kegiatan kontak investigasi ini dengan cara para Kader TBC Perdhaki mengunjungi dan memberikan penyuluhan bagi kontak pasien TBC yang serumah dan mengunjungi para tetangga pasien TBC ini,karena kemungkinan tetangga tertular “, jelas dr Joanita

“Kontak investigasi ini akan dilaksanakan oleh kader dengan melakukan kunjungan ke para pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan dan keluarga dalam rumahnya dan juga para tetangganya “, pungkas dr Joanita. (*/dure)

Komentar