“Kota Kupang tidak mempunyai lahan, 99% Pangan berasal dari luar, Semua masyarkat Lebih Banyak mengkonsumsi beras dan tepung dan gandum yang dijadikan roti, Sedangkan diluar Kota selalu menjual jagung, kenapa Kita tidak menjadikan Jagung Bose sebagai alternaltif pengganti Nasi “jelas Kadis Ketahanan Pangan Kota Kupang

“Kenapa tak gunakan jagung sebagai pengganti nasi “imbuh Nur
Sehingga Kami membuat Satu resep Bose, Se’i dan Lu’at dengan standar nilai gizi dewasa atau remaja per orang yang dapat mencukupi kebutuhan gizi.
Tujuan Festival BSL untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dan Mengangkat Wisata Kuliner, papar Nuri Sungkono menutup wawancara bersama beritaflobamora.com. (*/dure)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












