Beranda Rohani Yang Benar Akan Tetap Benar, Walau Sering Disalahkan

Yang Benar Akan Tetap Benar, Walau Sering Disalahkan

567
0

Hagai, 1:1-8
Lukas, 9:7-9

Dalam hidup, sering kita menemukan, yang salah dan yang benar selalu ada konflik. Pertanyaannya, mengapa demikian? Karena yang salah selalu mau dibenarkan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa apa yang benar akan tetap benar, Walau terkadang disalahkan karena ada kepentingan tertentu.

Persoalan sebenarnya ada pada yang salah. Yang salah selalu beraksi untuk menggonggong atau merongrong yang benar. Yang benar sih tenang-tenang saja. Kalaupun bereaksi, ya seperlunya saja.

Inilah realitas hidup yang juga sering nyata dalam hidup Yesus. Yesus sebagai Jalan, kebenaran, dan hidup selalu disalahkan. Orang-orang yang selalu mempersalahkan Yesus adalah orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat. Yesus selalu berbicara tentang kebenaran hidup yang harus dijalankan orang Yahudi, karena kebanyakan orang Israel hidup tidak sesuai lagi dengan kehendak dan rencana Allah.

Apa yang mereke bicarakan tidak mereka lakukan. Apa yang mereka lakukan tidak sesuai dengan ketetapan Allah. Kesombongan dan ketidaksetiaan manusia, menjadikan manusia jauh dari jalan kebenaran Allah.

Yang perlu kita ketahui ialah Kebenaran dari Allah harus selalu dinyatakan tidak saja dengan kata-kata, tetapi juga dalam prilaku hidup.

Yesus selalu menyatakan kebenaran dari awal hidup-Nya hingga akhir di Kayu Salib. Jaminan kesetiaan dalam kebenaran itu ialah mengalami jalan kemuliaan surga dan duduk di sebelah kanaan Allah Bapa.

Karenanya, kepada setiap pengikut Kristus digugah dan dihimbau: Jangan pernah lelah memperjuangkan kebenaran dan jangan pernah takut mempertahankan kebenaran. Setia pada kebenaran, upahnya juga adalah jalan kebenaran dan hidup. Jadilah benar dan jangan selalu berpikir untuk membenarkan sebuah kesalahan. Semoga!


Reporter: Rm. Even Seran, Pr


Komentar