Beranda Wisata Budaya Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Adakan Pagelaran Seni Tradisional NTT

Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Adakan Pagelaran Seni Tradisional NTT

289
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali (BPNBB) adakan Pagelaran Seni Tradisional di Kupang NTT. Pagelaran seni ini di meriahkan oleh siswa siswi SMAN 3 dan SMKN 3 Kota Kupang yang tergabung dalam sanggar pencinta seni tradisional, Jumat/22 Juni 2018 di Taman Budaya dan dihadiri oleh Kadis Kebudayaan NTT, Petrus Manuk dan siswa siswi Sekota Kupang.

                              Ketua panitia, I Gede Yasa Wardana.S.Sos, dalam sambutannya, “Patut diapresiasi dan disyukuri oleh masyarakat Indonesia karena keragaman suku bangsa yang dimiliki dapat mempertahankan kehidupan disetiap suku bangsa, dengan mengembangkan suku bangsanya masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi, lingkungan alam maupun sosial budaya masing-masing “.

Dijelaskannya, pagelaran seni budaya tradisional ini bertujuan membangkitkan semangat generasi muda untuk mencintai seni budaya lokal dan asas manfaat yang diharapkan berdimensi:
Pertama, Meningkatkan wawasan, kreatifitas yang terstruktur, terukur dan bermakna

Kedua, Pembentukkan karakter, sikap dan semangat inovatif bagi kesejahteraan.

Ketiga, Aktivasi pemberdayaan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai moral dan keluhuran seni budaya.

Balai Pelestarian Budaya wilayah Bali dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan mengharapkan kedepannya kegiatan ini dapat diikuti oleh generasi muda yang walaupun dari Sekolah Dasar, agar bisa melanjutkan budaya daerah NTT, jangan putus ditengah jalan tetapi terus melanjutkan budaya daerah.

Kegiatan ini hasil kerja sama dan dengan Sumber Dana dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan akan dilaksanakan Setiap tahun.

I Gede Yasa Wardana berharap yang menari adalah anak usia sekolah. “Contohnya di Kabupaten Sumba kami cari yang masih usia sekolah agar dapat berkembang dari generasi kegenerasi selanjutnya “, tambah I Gede Yasa.

Sementara itu, Ketua Sanggar Seni Budaya NTT, Melki Jemry E Neolaka ,S.Sn.MSn, menambahkan kegiatan seperti ini kurang perhatian dari Pemerintah.

“Hal ini sangat kami sesalkan “, tuturnya

“Kita terus melakukan koordinasi dengan Pemprov NTT, tetapi katanya tidak ada program untuk kegiatan ini “,imbuh Melki Jemry Neolaka.

“Padahal satu daerah dapat maju karena budayanya, kita anbil contoh Bali maju karena budayanya, oleh karena itu kita pemerhati budayawan sangat mengharapkan keseriusan Pemerintah dalam memajukkan budaya yang kita miliki “, tandas Melki. (*/robert)

Komentar