Beranda Kesehatan ESWL Alat Penghancur Batu Ginjal Tanpa Tindakan Operasi Hadir di RS Siloam...

ESWL Alat Penghancur Batu Ginjal Tanpa Tindakan Operasi Hadir di RS Siloam Kupang

1101
0

KUPANG, Flobamora-news.com –BATU ginjal merupakan batu hasil kristalisasi mineral-mineral di urine yang terbentuk dalam rongga ginjal. Batu ginjal yang tidak ditangani akan terus membesar hingga menyebabkan ginjal rusak permanen. Karena itu, begitu batu ginjal terdeteksi, sebaiknya segera lakukan penanganan. Penderita batu ginjal di NTT terbilang cukup tinggi  untuk itu Rumah Sakit Siloam menghadir alat penghancur batu ginjal tanpa operasi yang disebut Extracorpireal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

Kegiatan Media Gathering bersama wartawan sekaligus sosialisasi tentang Penanganan Batu Ginjal Tanpa Pembedahan menggunakan alat ESWL, diselenggarakan di Aula Serba Guna Rumah Sakit Siloam Fatululi, Kecamatan Oebobo – Kota Kupang [Rabu, 4/12/2019].

Hadir pada kegiatan tersebut, CEO Rumah Sakit Siloam Kupang dr. Hans, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retno, M. Kes, Ketua Komisi 5 DPRD Provinsi Kristin Sami Paty, perwakilan dari Rumah Sakit di Kota Kupang, dr. Erick S. Hutauruk, Sp. U sebagai pembicara dan Pemimpin Media.

Terapi menghancurkan batu ginjal tanpa operasi yang membuat pasien lebih nyaman saat menjalaninya, disebut Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). ESWL menggunakan energi dari gelombang suara kejut yang difokuskan untuk menghancurkan batu ginjal menjadi serpihan-serpihan kecil hingga nantinya bisa keluar terbawa air kencing.

Menurut CEO RS Siloam , yang juga menjadikan tema gathering spesial karena alat yang dipakai RS Siloam Kupang [ESWL] untuk penanganan batu ginjal tersebut adalah alat yang memang terdepan di golongannya. “Ini ferarinya” ESWL, karena mereknya sudah terdepan di dunia, Richard Wolf tipe 3000, hanya satu tingkat dari yang paling tinggi yaitu 3000 plus.

Lebih lanjut dr. Hans membeberkan bahwa yang lebih spesial di tahun 2019 ini, Rumah Sakit Siloam [Siloam Group] memulai layanan ESWL di dua Rumah Sakit yakni RS. Lippo Village-Karawaci dan RS.Siloam Kupang. Keduanya memiliki ESWL yang sama.

Dr Hans juga membeberkan bahwa karena mengingat Rumah Sakit Siloam Kupang memiliki alat tersebut (ESWL) , maka tentunya Siloam Kupang juga membutuhkan kehadiran dua dokter spesialis neurologi yakni dr. Erick dan dr. Firman. RS Siloam Kupang saat ini sangat terbantu melalui kehadiran 2 figur tersebut. Terlebih karena untuk mengoperasikan alat tersebut memang butuh orang yang harus menunjukan bagaimana cara gunakan alat itu. Oleh karena dr Erick bukan superman maka kita harus menjadi jadi satu super tim.

“Kita bersyukur sekali karena kita diberikan ijin untuk mengeluarkan fasilitas pelayanan terbaru yaitu ESWL, ungkap dr. Hans saat memberikan sambutan.

“Alat ini sudah hadir di bulan Juni kemarin dengan persiapan dan perizinan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional, dan pada Kamis yang lalu, kita juga sudah mendapatkan kunjungan dari BPJS. Alat ini, bukan saja dapat diberikan kepada pasien umum, asuransi tetapi pada pasien BPJS pun bisa mendapatkan pelayanan ini”, ungkap CEO Rs. Siloam.

Lebih lanjut dr. Hans membeberkan bahwa yang lebih spesial di tahun 2019 ini, Rumah Sakit Siloam [Siloam Group] memulai layanan ESWL di dua Rumah Sakit yakni RS. Lippo Village-Karawaci dan RS.Siloam Kupang. Keduanya memiliki ESWL yang SAMA.

Dr Hans juga membeberkan bahwa karena mengingat Rumah Sakit Siloam Kupang memiliki alat tersebut (ESWL) , maka tentunya Siloam Kupang juga membutuhkan kehadiran dua dokter spesialis neurologi yakni dr. Erick dan dr. Firman. RS Siloam Kupang saat ini sangat terbantu melalui kehadiran 2 figur tersebut. Terlebih karena untuk mengoperasikan alat tersebut memang butuh orang yang harus menunjukan bagaimana cara gunakan alat itu. Oleh karena dr Erick bukan superman maka kita harus menjadi jadi satu super tim.

Saya sangat berbangga dengan hadirnya ESWL di Siloam Kupang dan mungkin menjadi representatif sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang berimbang antara pemerintah dan swasta, tambah drg. Retno Kadis kesehatan Kota Kupang.
Lanjut Retno, ini merupakan suatu kemajuan bagi kota Kupang, melalui apa yang sudah disediakan di Rumah Sakit Siloam. Terima kasih sudah membantu Kota Kupang dalam hal memajukan pelayanan kesehatan bagi publik.

Disamping itu, ketua komisi 5 DPRD Provinsi NTT mengungkapkan, bahwa saya sangat mengapresiasi kerja nyata atau langkah-langkah yang sudah diambil oleh pihak manajemen Rumah Saki Siloam dengan hadirnya penambahan alat untuk bisa membantu menyembuhkan penyakit batu ginjal.

‘Saya sangat bersyukur karena ESWL ini juga pelayanannya di backup oleh BPJS’ tambah Kristin.

Melalui alat ini, pasien yang memiliki penyakit batu ginjal tidak perlu takut lagi karena penanganannya tidak lagi lewat cara di operasi atau pembedahan.
Tindakan yang dilakukan juga tidak memerlukan waktu yang lama”, ungkap dr. Erick.


Reporter: Sisca De Sousa


Komentar