Beranda Kesehatan & Pola Hidup Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati Atambua Sudah Gulung Tikar

Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati Atambua Sudah Gulung Tikar

103
0
Sebuah Tulisan yang dipampang pada pintu RS Sumber Kasih Sejati Atambua

BELU, Flobamora-news.com – Belum genap empat bulan diresmikan, Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati Atambua pun gulung tikar. Hal ini terjadi lantaran biaya pengeluaran untuk pembangunan rumah sakit yang memakan biaya cukup besar, namun tak mampu memberikan pemasukan.

Pantauan Flobamora-news.com pada, Kamis (10/10/2019), sudah tidak ada aktivitas kegiatan di RS Sumber Kasih Sejati Atambua. Semua pintu rumah sakit, termasuk pintu gerbang pun sudah ditutup. Hanya pintu gerbang utama yang dibuka setengah oleh warga sekitar untuk bermain bersama anak-anaknya di teras depan RS Sumber Kasih Sejati Atambua.

Hampir di semua pintu masuk rumah sakit ditempel sebuah kertas bertuliskan “RUMAH SAKIT INI SEMENTARA DITUTUP UNTUK PELAYANAN ORANG SAKIT. TERIMA KASIH”. Tak ada penjelasan, kapan akan dibuka kembali pelayanan pada rumah sakit itu.

Salah seorang mantan perawat yang bekerja pada rumah sakit itu menjelaskan bahwa RS Sumber Kasih Sejati Atambua sudah ditutup sejak tanggal 21 September 2019 lalu.

Menurutnya, penutupan rumah sakit itu diumumkan dalam sebuah rapat berama antara Investor, Direktur RS Sumber Kasih Sejati, dan semua karyawan.

“Pernyataan ditutupnya Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati disampaikan dalam rapat pada tanggal 21 September lalu. Setelah itu, kami hanya diminta untuk datang membantu Investor mengemas barang-barang”. Demikian beber salah seorang perawat yang enggan disebutkan namanya.

Dikatakan bahwa sempat ada adu mulut antara pihak investor dan direktur lantaran sang direktur meminta tambahan gaji padahal dirinya belum mampu memenajemen rumah sakit yang baru dirintis itu dengan baik. Karena itulah, pihak investor memilih untuk menutup rumah sakit itu.

Pada tanggal 21 samapi dengan tanggal 25 September 2019, barang-barang RS Sumber Kasih Sejati diangut keluar dengan menggunakan sebuah mobil pickup menuju sebuah bangunan kosong di depan Apotek Sumber Sehat Atambua. Selama lima hari itu, para karyawan bekerja ekstra hingga malam hai untuk membantu investor memindahkan barang-barang tersebut.

Direktur RS Sumber Kasih Sejati Atambua, dr. Hendrik Roman Klaran sudah beberpa kali dihubungi media ini via telepon pun tak pernah diangkat.

Suasana RS Sumber Kasih Sejati pada, Kamis (10/10/2019)

Sebelumnya, media ini pernah menulis tentang rencana penutupan Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati Atambua dengan judul “Belum Genap Empat Bulan Diresmikan, Salah Satu Rumah Sakit di Belu Ini Terancam Ditutup”.

Dituliskan bahwa belum genap empat bulan diresmikan, Salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Belu, Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati terancam gulung tikar lantaran sang investor kecewa karena telah mengeluarkan biaya pembangunan begitu besar, namun pemasukan yang didapatnya sangat kecil. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati, dr. Hendrik Roman Klaran ketika dihubungi media ini pada, Senin (23/9/2019).

Dikatakan bahwa pemilik Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati Adalah investor. Menurut sang investor, biaya yang dikeluarkannya selama ini sangat besar, namun pemasukan yang didapatnya sangat sedikit. Karena itu, dirinya berencana untuk menutup Rumah Sakit yang beralamat di Jl. Meo baru, Tenukiik RT 009, RW 003, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL itu.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pemasukan yang sedikit disebabkan karena Rs Sumber Kasih Sejati belum diperkenankan untuk melayani pasien BPJS. RS Sumber Kasih Sejati hanya diperkenankan untuk melayani pasien umum.

Untuk diketahui, dengan adanya Program Kesehatan Gratis yang diusung Presiden Joko Widodo, maka hampir seluruh masyarakat Kabupaten Belu telah masuk menjadi anggota BPJS. Hal inilah yang menyebabkan jarang sekali ada pasien umum non BPJS yang dirawat di Rumah Sakit

“Di Kabupaten Belu, hampir semua masyarakat sudah memiliki BPJS. Jarang sekali ada orang yang mau berobat sebagai pasien umum. Jadi kalau kita diperkenankan untuk melayani pasien BPJS, maka kita bisa memperoleh pemasukan yang banyak. Namun, bila kita hanya melayani pasien umum saja, maka kemungkinan kita bisa bangkrut,” pungkas dr. Hendrik.

Mengapa RS milik pengusaha kaya Timor Leste ini tidak bisa melayani BPJS? Sesuai dengan Peraturan yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan Tahun 2019, hanya rumah sakit yang terakreditasi saja yang melayani pasien BPJS.

Dijelaskan bahwa setelah melaksanakan peresmian Rumah Sakit pada 29 Mei 2019 silam, Pihak Rumah Sakit langsung berusaha mengadakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan Kabupaten Belu.

Dikatakan, dalam proses kerjasama tersebut, ada 14 syarat yang diberikan oleh Pihak BPJS Kesehatan kepada pihak Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati. Dari 14 syarat tersebut, 13 syarat lainnya dapat dipenuhi. Sayangnya, satu syarat lainnya yaitu terkait akreditasi rumah sakit yang belum bisa dipenuhi oleh pihak Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati.

Menyikapi hal tersebut, Pihak Rumah sakit pun langsung mendaftarkan diri ke KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) untuk mengikuti akreditasi. “Karena itu, dalam satu bulan ini, kami sementara membuat semua kelengkapan dan menyusun standar-standar pelayanan,” jelasnya.

Menurut dr. Hendrik, ada dua kendala utama dalam mengurus akreditasi rumah sakit. Pertama, waktu. Dikatakan, waktu dalam mengurus akreditasi tak tentu. Bisa enam bulan sampai satu tahun. Kedua, biaya. Untuk mengurus akreditasi membutuhkan biaya yang cukup besar, bisa mencapai miliaran rupiah.

Ketika hal ini diketahui oleh Investor Elias Bouk, dirinya langsung memutuskan untuk lebih baik menutup rumah sakit miliknya itu.

Untuk diketahui, sempat dengan beredarnya rumor ada pertikaian antara Direktur Rumah Sakit dengan Investor. Sang Direktur pun langsung menampik rumor tersebut Menurutnya, sang Investor memilih menutup karena kerugian yang dialaminya, bukan karena ada pertikaian.

“Oh tidak. Kami tidak ada masalah. Kalau investor mundur itu masalahnya karena kerugian yang dialaminya,” elaknya.

Terkait dengan nasib karyawan yang bekerja di RS Sumber Kasih Sejati, dr. Hendrik pun tidak bisa memastikannya. Menurutnya, sesuai dengan kontrak kerja yang sudah dibuat, maka para karyawan akan dibayar selama enam bulan dan akan berakhir pada Bulan Desember 2019 nanti. Akan tetapi, semuanya itu tergantung pada pemilik atau sang investor.

“Nasib Karyawan ini kita sudah buat kontrak kerja. Kontrak kerja itu selama enam bulan. Sekarang kita sudah berjalan tiga bulan. Tiga bulan sisanya mereka harusnya tetap punya hak atau tetap menerima gaji sebagai mana tertera di dalam kontrak itu. Semua itu sangat tergantung pada pemilik (investor, red). Kontrak itu dibuat atas kesepakatan bersama dengan pemilik. Karena itu kita hanya mengeluarkan kontraknya hanya enam bulan saja,” ujarnya.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here