Kondisi tersebut tentunya dikeluhkan oleh para sopir lantaran membuat para sopir kesusahan untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. “Kalau begini kan repot, bagaimana pekerjaan mau lancar kalau macet di BBM” ujarnya.
Kelangkaan BBM jenis solar ternyata tak hanya membuat pusing para sopir truk, namun juga membuat para petani di irigasi Mbay kelimpungan. Bagaimana tidak, para petani yang memasuki masa olah sawah terpaksa menunda untuk mengolah sawahnya karena kelangkaan solar. Pasalnya mereka mengolah sawah dengan traktor.
Seperti yang dirasakan Servas salah seorang petani di irigasi Mbay kanan. Sudah dua hari Hand traktor merk Kubota miliknya terparkir di tengah sawah. Traktornya kehabisan solar saat hendak melanjutkan pekerjaan. Ayah tiga anak ini sudah berusaha mencari ke pengecer namun stok kosong.
“Solar habis kemarin waktu saya lanjut cincang, biar sudah tunggu nanti habis Paskah” ungkapnya.
Meskipun solar subsidi sulit didapat, akan tetapi pemilik SPBU Pelangi 04 Mbay Lorens Tara mengaku stok solar banyak. Antrian yang terjadi selama dua hari ini karena mesinnya rusak. Penjualan solar dalam sebulan terakhir justeru menurun. Saat ini stok yang tersedia di SPBU Mbay untuk solar jenis subsidi berjumlah 25 ton sedangkan non subsidi 18 ton.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












