Akan tetapi, setelah masyarakat berkumpul, mereka diminta untuk melantunkan yel-yel salah satu pasang calon. Ternyata, pertemuan itu merupakan kampanye dari salah satu calon kepala daerah. Tidak ada pembahasan soal sertivikat atau pemasangan pilar yang dilakukan oleh Dinas Pertanahan.
Ternyata, program tersebut merupakan sebuah program fiktif yang dibuat oleh salah satu pasang calon tersebut. Mantan Desa Kandrianus yang merupakan tim sukses dari calon tersebut pun mulai kalang kabut ketika calon bupati yang diusungnya kalah dalam Pilkada. Dengan sendirinya, rencana program tersebut pun tidak berjalan.
Beberapa masyarakat datang dan menanyakan kepada Kandrianus soal uang untuk sertivikasi tanah yang sudah mereka kumpulkan. Namun, jawabannya selalu sama… nanti dan nanti. Jawaban itu terus dikumandangkan hingga masa akhir jabatannya berakhir pada 16 Mei 2019 lalu. Bahkan, Uang masyarakat itu pun tak pernah dikembalikan hingga saat ini.
Tak puas dengan kelakuan sang mantan kepala desa, beberapa orang Warga Nanaet mendatangi Dinas Pertanahan Kabupaten Belu untuk mempertanyakan kejelasan program tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












