Fraksi Partai Nasdem Pertanyakan Kelanjutan Peninjauan Ulang SK Teko di Belu

  • Bagikan
Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Belu, Edmundus Tita

Belu, Flobamora-news.com – Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Belu mempertanyakan tindak lanjut pemerintah Kabupaten Belu atas revisi SK Tenaga Kontrak (Teko) 204 orang guru yang menjadi polemik beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Edmundus Tita ketika ditemui media ini, Senin (30/9/2019).

Pria yang akrab disapa Mundus ini mempertanyakan sudah sejauh mana pihak Eksekutif merevisi SK Teko tersebut. Pasalnya, sudah dua minggu berlalu sejak (17/9/2019), Pihak eksekutif belum kembali mengumumkan hasil revisi SK Teko tersebut.

Swipe up untuk membaca artikel

“Lambannya revisi ini membuat banyak guru yang datang kepada kami dan mempertanyakan kinerja pemerintah. Ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Pemerintah harus merespon dengan cepat,” ujarnya.

Diungkapkan bahwa dirinya mengetahui ada banyak orang yang dimasukkan dalam Teko guru, padahal sebelumnya tidak pernah mengajar. Setelah ditelisik, ternyata ada banyak titipan dari oknum-oknum dalam pemerintahan.

“Ada beberapa oknum pejabat yang ikut menitipkan orangnya, baik yang ada di eksekutif maupun yang ada di legislatif. Kalau begini, kasihan para guru yang sudah gerbang-tahun mengabdi,” tegasnya.

Baca Juga :   Presiden Imbau Masyarakat Tak Terpancing Hoaks Medsos Terkait Demonstrasi Wamena

Hal senada juga diungkapkan oleh Aprianus Hale. Menurutnya, tarik ulur terkait polemik SK Teko 204 orang guru tersebut dikarenakan adanya kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Karena itu, Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Belu tidak akan segan untuk mengungkap adanya indikasi tersebut.

Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Belu, Aprianus Hale

Bupati Belu, Willybrodus Lay yang ditemui media ini beberapa waktu lalu (21/9/2019) menuturkan bahwa dirinya telah meminta kepada Tim Baperjakat agar segera meninjau kembali SK Teko 204 orang guru.

Dikatakan, bahwa dirinya meminta Tim Baperjakat Kabupaten Belu untuk meninjau kembali lantaran ada kejanggalan pada SK Teko tersebut. Menurutnya, SK Teko seharusnya diberikan kepada buru-buru honor sesuai dengan lama mengabdi, bukan sesuai dengan kebutuhan.

Akan tetapi, pada SK Tersebut terdapat beberapa nama yang berada di luar nama-nama yang telah direkomendasikan oleh Inspektorat sesuai dengan hasil verifikasi.

“Saya sudah minta kepada Tim Baperjakat untuk meninjau kembali SK tersebut karena ternyata ada yang janggal dari SK Itu,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa akan dilakukan verifikasi ulang oleh Inspektorat dalam waktu dekat.

Baca Juga :   Dua jabatan Dandim diserahterimakan

“Saya sudah minta ke mereka (Inspektorat, red) dan dalam waktu dekat akan dilakukan peninjauan kembali,” ungkapnya.

Terkait dengan peninjauan ini, maka Bupati Belu, Willybrodus Lay dengan sendirinya membatalkan SK yang telah dikeluarkannya tersebut.

“Sesuai aturan, maka saya harus batalkan SK itu agar diverifikasi ulang,” tegasnya.

Untuk diketahui, terkait SK Teko 204 orang guru yang telah dikeluarkan oleh Bupati Belu ini menuai protes dari banyak Guru. Protes dilakukan lantaran ada beberapa nama yang pada awalnya dicantumkan berdasarkan hasil Verifikasi Inspektorat, tapi pada akhirnya nama mereka hilang di tengah proses.

Ada beberapa nama yang tertera dalam SK Teko yang memiliki masa mengajar di bawah guru-guru honor lainnya. Ada pula yang tidak pernah mengajar, tapi namanya pun dicantumkan dalam SK Teko. Hal ini lah yang menjadi mula dari polemik tersebut.

  • Bagikan