Pmerintah Propinsi NTT Prioritaskan Keberlangsungan Hidup Komodo

FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com –
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat bersama dalam rangka menindaklanjuti upaya-upaya untuk pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) yang lebih optimal. Rapat dipimpin langsung oleh Sekda Nusa Tenggara Timur Ir. Benediktus Polo Maing, dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda Gedung Sasando, Selasa (14/5).

Turut hadir dalam rapat tersebut diantaranya, Wakil Rektor Undana Bidang Kerja Sama Ir. I Wayan Mudita S.Sc, Ph.D, Direktur Program Pasca Sarjana Undana Prof.Drs. Mangadas Lumban Gaol,M.Si,Ph.D, Kepala Prodi Magister Ilmu Lingkungan PPs Undana Philiphi de Rozari,S.Si,M.Si,M.Sc,Ph.D, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ir.Timbul Batubara,M.Si, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Nusa Tenggara Timur Dr.Lery Rupidara,M.Si, Plt.Bapelitbang Nusa Tenggara Timur Luki Koli, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nusa Tenggara Timur Ir.Ferdi J. Kapitan, Kepala Bidang Pembinaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nusa Tenggara Timur Rudi Lismono, Kepala Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang Sumitra Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ir.Wayan Darmawa, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Nusa Tenggara Timur Ir.Samuel Rebo, serta tamu undangan lainnya.

Sekda Nusa Tenggara Timur Ir. Benediktus Polo Maing mengatakan pentingnya untuk melakukan kajian dan penelitian mengenai Taman Nasional Komodo.

Baca Juga :  Gunung Fatuleu - Sensasi Wisata Alam Gunung Batu

“Dengan hasil penelitian oleh pihak Undana nantinya bisa menjadi acuan untuk mengkonkritkan kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan dari Kementerian pusat,” ujar Benediktus.

“Dengan kerja sama kita bersama tim peneliti Undana ini, maka tentunya akan menjadi bagian penting dari pengelolaan habitat komodo untuk memprioritaskan keberlangsungan hidup komodo. Termasuk dalam menindaklanjuti ditutupnya Taman Nasional Komodo pada 1 januari 2020 nanti,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa kedepannya juga perlu dilakukan pengkajian penelitian pada destinasi pariwisata Nusa Tenggara Timur yang lain, selain Taman Nasional Komodo.

Tulisan ini berasal dari redaksi