Kinerja intermediasi sampai akhir 2025 diperkirakan semakin solid, dengan
pertumbuhan kredit diperkirakan akan di atas batas bawah target yang ditetapkan
OJK, sementara DPK diyakini akan mencapai pertumbuhan double digit. Hal ini
menunjukkan perbankan telah mampu mengatasi berbagai tantangan dalam
penyaluran kredit dan sektor riil telah mulai menunjukkan perbaikan permintaan.
Untuk tahun 2026, kinerja perbankan diproyeksikan tetap solid, dengan
pertumbuhan kredit dan DPK yang tetap stabil, ditopang oleh kualitas kredit yang
terjaga dan permodalan yang kuat.
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan
tertinggi yaitu sebesar 17,98 persen yoy, utamanya ditopang oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan. Pertumbuhan kredit investasi tersebut
merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yang menunjukkan
peran perbankan dalam pembiayaan ekspansi dan peningkatan kapasitas sektor riil untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Lebih lanjut, Kredit Konsumsi tumbuh 6,67 persen yoy, sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 2,04 persen yoy. Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 12,06 persen yoy, sementara kredit UMKM terkontraksi 0,64 persen yoy.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












