Penjualan ritel dan aktivitas di sektor properti juga mencatatkan perlambatan.
Di domestik, perekonomian Indonesia terpantau solid dengan ekonomi triwulan III
tumbuh 5,04 persen yoy dan indeks PMI manufaktur yang tetap berada di zona
ekspansi.
Sementara itu, perlu dicermati perkembangan permintaan domestik yang
masih memerlukan dukungan lebih lanjut seiring dengan moderasi inflasi inti,
tingkat kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan ritel, semen, dan
kendaraan.
Sepanjang tahun 2025, sektor jasa keuangan secara umum menunjukkan
ketahanan yang kuat di tengah berbagai dinamika global dan domestik. Di pasar
modal, meskipun sempat mengalami tekanan pada akhir triwulan I 2025 akibat
sentimen negatif perdagangan global, IHSG mampu pulih dan kembali berada pada
tren positif, ditopang oleh respons kebijakan yang adaptif dari OJK dan BEI melalui
kebijakan buyback tanpa RUPS, penyesuaian batasan trading halt, serta penerapan asymmetric auto rejection.
Setelah periode volatilitas tersebut, IHSG menunjukkan resiliensi yang tinggi dan bahkan mencatat sejumlah rekor tertinggi sepanjang 2025, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga.
Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit perbankan dan pembiayaan mengalami
moderasi dibandingkan tahun lalu, terutama pada segmen-segmen yang terdampak perlambatan kinerja sektor riil. Premi asuransi, khususnya asuransi jiwa, juga tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












