Sektor  Jasa Keuangan yang Stabil Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Optomal dan Berkelanjutan

Avatar photo
Reporter : Eka Malik OJK Editor: Redaksi
IMG 20251212 WA00122

Suku bunga Kredit Modal Kerja turun 42 bps (yoy) dan 16 bps (mtm) menjadi 8,30
persen pada Okt-25 dari 8,72 persen pada Okt-24 dan 8,46 persen pada Sep-25.
Sementara itu, suku bunga Kredit Investasi turun 39 bps (yoy) namun masih
meningkat 7 bps (mtm) menjadi 8,32 persen pada Okt-25 dari 8,71 persen pada Okt￾24 dan 8,25 persen pada Sep-25.  Dari sisi penghimpunan dana, rerata tertimbang suku bunga DPK rupiah juga terpantau menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10 bps (Okt-25: 2,85 persen; Sep-25: 2,95 persen) dengan penurunan pada semua jenis DPK, terutama deposito, sejalan dengan tren penurunan suku bunga BI-Rate. Suku bunga tertimbang DPK juga turun 22 bps dibandingkan Oktober tahun lalu sebesar 3,07 persen.

Adapun suku bunga Deposito tercatat turun 53 bps (yoy) dari 5,28 persen pada Okt-24 dan 21 bps (mtm) dari 4,96 persen pada Sep-25 menjadi 4,75 persen pada Okt-25.
Likuiditas industri perbankan pada Oktober 2025 memadai, dengan rasio Alat
Likuid/Non-CoreDeposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK)
masing-masing sebesar 130,97 persen (Sep-25: 130,47 persen) dan 29,47 persen
(Sep-25: 29,30 persen), masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen
dan 10 persen.  Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 210,43 persen.Selanjutnya LDR tercatat sebesar 84,26 persen, dinilai masih memadai dalam
mengantisipasi peningkatan kredit.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan OJK. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab OJK.