Sektor  Jasa Keuangan yang Stabil Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Optomal dan Berkelanjutan

Avatar photo
Reporter : Eka Malik OJK Editor: Redaksi
IMG 20251212 WA00122

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan
tertinggi yaitu sebesar 15,72 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi tumbuh 7,03
persen, sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 2,39 persen yoy. Dari kategori
debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 11,02 persen, sementara kredit UMKM
terkontraksi 0,11 persen yoy.

Pertumbuhan kredit sebesar 7,36 persen tersebut terutama dikontribusikan dari
pertumbuhan pada sektor rumah tangga sebesar 7,28 persen, diikuti industri
pengolahan sebesar 7,53 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 14,58
persen.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Selanjutnya, penyaluran kredit ke beberapa sektor tercatat tumbuh tinggi secara
tahunan mencapai double digit antara lain pada sektor administrasi pemerintah,
pertahanan, dan jaminan sosial sebesar 36,79 persen; pengadaan listrik, gas,
uap/air panas dan udara dingin sebesar 26,40 persen; aktivitas profesional, ilmiah,
dan teknis sebesar 25,32 persen, dan aktivitas jasa lainnya sebesar 22,84 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh tinggi sebesar 11,48 persen
yoy (Sep-25: 11,18 persen) menjadi Rp9.756,6 triliun. BI-Rate tetap stabil setelah
turun 125 bps sejak awal tahun, dan telah diikuti dengan penurunan suku bunga
perbankan secara bertahap. Dibandingkan tahun sebelumnya, rerata tertimbang suku bunga kredit rupiah tercatat turun 16 bps (yoy) dan 5 bps (mtm) menjadi 9,01 persen pada Okt-25 dari 9,17 persen pada Okt-24 dan 9,06 persen pada Sep-25, utamanya didorong penurunan suku bunga kredit produktif.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan OJK. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab OJK.