Meskipun demikian, ketahanan industri jasa keuangan dinilai tetap kuat, ditopang
oleh permodalan yang solid, kecukupan pencadangan, serta profil risiko yang
terkendali. Kondisi ini menjadi modalitas untuk ruang ekspansi kinerja sektor jasa
keuangan yang lebih luas ke depan, didukung dengan implementasi kebijakan
pendalaman pasar keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan
integritas dan tata kelola di seluruh SJK.
OJK senantiasa mengarahkan sektor jasa keuangan untuk turut berkontribusi
optimal terhadap program prioritas pemerintah, dengan memastikan penerapan
prinsip manajemen risiko dan tata kelola yang baik guna menjaga stabilitas sektor
jasa keuangan.
Kinerja pasar modal domestik pada November 2025 melanjutkan tren positif, sejalan dengan ketahanan perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir November ditutup di level 8.508,71, meningkat 4,22 persen mtm atau 20,18 persen ytd. Pada periode tersebut, IHSG kembali mencatatkan posisi All-Time High (ATH) pada level 8.602,13 pada 26 November 2025, demikian juga dengan kapitalisasi pasar saham yang mencapai Rp15.711 triliun di tanggal yang sama. Di sisi lain, secara ytd indeks LQ45 dan IDX80 masing-masing tumbuh 2,31 persen dan 9,38 persen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












